November 22, 2020

Sirkuit yang selalu menjadi tantangan bagi para pembalap MotoGP

Dalam hal tuntutan fisik, MotoGP sangatlah brutal. Setiap sirkuit memiliki titik-titik sulitnya masing-masing, tetapi trek mana yang paling menantang bagi para pembalap dan kuda besi mereka? Kami telah melihat kejuaraan MotoGP dari beberapa musim terakhir untuk memilih beberapa sirkuit yang sangat sulit untuk ditaklukkan.

Turunan terbesar: Sachsenring, Jerman

Belokan 11 di trek Jerman ini, dijuluki ‘The Waterfall’, sesuai dengan julukannya. Karakteristik tikungan ini sangatlah cepat, tikungan buta yang menurun, melenceng dan dilewati dengan kecepatan hampir 300km/j, tikungan inilah yang melenturkan mesin MotoGP secara maksimal dan mengocok perut para pembalap.

Sisi jahat dari ‘The Waterfall’ yaitu kenyataan tentang adanya belokan kanan yang muncul setelah serangkaian belokan kiri. Hal ini berarti bahwa pembalap akan melewatinya dengan bagian ban yang dingin. Tempat ini juga memberikan resiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan dalam kecepatan tinggi.

Lintasan lurus tercepat: sirkuit Internasional Losail, Qatar

Hingga saat ini, kecepatan tertinggi tercepat di MotoGP selalu berada di Mugello di Italia, di mana Andrea Iannone memacu motor Ducatinya dengan kecepatan 350 km/j dengan pada tahun 2014. Sebelumnya, trek Italia ini juga selalu menjadi yang tercepat di MotoGP, tetapi semuanya berubah di MotoGP Qatar 2015.

Marc Márquez berhasil mencapai 350,5 km / jam, dan mencatatkan kecepatan tercepat yang pernah tercatat di mesin MotoGP.

Pengereman tersulit: Twin Ring Motegi, Jepang

Pabrikan rem Italia, Brembo, pernah membuat laporan tentang berbagai aspek pengereman di MotoGP, yang memberikan wawasan berharga dan menarik.

Pembalap MotoGP secara teratur merasakan tenaga 1.1–1.2G saat melakukan pengereman, dan Brembo menganggap 1.4G ke atas sebagai “pengereman maksimum rata-rata tertinggi.”

Pada sumbu pengeremannya, Motegi menjadi yang tertangguh, dengan kombinasi pengereman paling banyak waktu dan pengereman terbesar.

Gravitasi terbesar: sirkuit Internasional Sepang, Malaysia

Secara teknis ini bukanlah tingkat kekuatan gravitasi yang dirasakan oleh semua pembalap dalam balapan, tapi skalanya yang perlu diperhatikan. Kecelakaan Loris Baz di lintasan lurus di Sepang dalam pengujian pramusim untuk kampanye 2016 menghasilkan dampak 29,9G di bahunya saat dia menabrak geladak.

Sebagai perbandingan, seorang pilot jet tempur F-16 dapat mempertahankan kekuatan 9G dalam waktu yang sangat terbatas.

Perubahan ketinggian terbesar: Circuit of the Americas, AS

Cobalah untuk melihat langsung bagian start di lintasan ini dan kamu akan mengerti bagaimana bisa ada perubahan ketinggian sebanyak 41m di seluruh trek. Ketinggiannya setara dengan gedung 11 lantai.

Untuk satu bagian lintasan, Laguna Seca (sekarang tidak lagi dikunjungi oleh MotoGP) memiliki Corkscrew-nya yang terkenal, Corkscrew merupakan satu bagian lintasan yang mengalami perubahan ketinggian 18m hanya dalam panjang lintasan 137m yang pastinya akan membuat perut mulas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *